- Berkas
- No. 066
- Rubrik
- Commodities Updates
- Terbit
Ayam hidup Rp20 ribu di kandang, Rp45 ribu di konsumen: selisih harga disorot saat peternak terancam gulung tikar

Senin, 19 Oktober 2026. Harga ayam hidup di tingkat peternak disebut sekitar Rp20.000–21.000 per kilogram, sementara di konsumen mencapai Rp45.000 per kilogram. Angka itu dipakai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam suratnya kepada Kapolri untuk menunjuk dugaan masalah tata niaga: harga di peternak turun sementara harga di konsumen naik.
Kementan memproyeksikan produksi daging ayam ras 2026 sekitar 4,70 juta ton, di atas kebutuhan sekitar 4,47 juta ton, sehingga persoalannya bukan kekurangan pasokan. Di sisi lain, peternak menghadapi biaya pakan yang naik, dan Suara.com menulis sebagian dari mereka terancam bangkrut.
Pada awal Oktober, Bapanas dikabarkan menyiapkan subsidi angkut supaya ayam dari sentra yang harganya jatuh bisa dikirim ke daerah lain; langkah itu masih berupa rencana pada laporan awal Oktober tersebut. Bisnis.com pada 19 Oktober juga memuat tanggapan Amran soal peternak ayam yang terancam gulung tikar.
Selisih harga kandang dan konsumen belum tentu berarti ada kecurangan: biaya angkut, pemotongan, dan margin pedagang ikut membentuknya. Pemerintah menyebut penegakan hukum berjalan paralel; pembuktian dugaan itu ada di tangan penegak hukum.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- ANTARA — Mentan Amran surati Kapolri Suyudi minta mafia pangan ditindak tuntas (19 Oktober 2026)
- Suara.com — Peternak Mau Bangkrut Gegara Harga Ayam Turun, Tapi di Konsumen Naik (19 Oktober 2026)
- Bisnis.com — Amran Buka Suara soal Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar, Apa Solusinya? (19 Oktober 2026)
- Kompas.com — Harga Ayam Turun, Bapanas Siapkan Subsidi Angkut ke Daerah (4 Oktober 2026)
- InfoEkonomi — Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Kementan Perkuat Hulu-Hilir Peternakan dan Stabilisasi Pakan (Oktober 2026)




