Lompat ke konten utama
Masuk
Berkas
No. 067
Rubrik
Commodities Updates
Terbit

Cabai rawit merah bertahan di atas Rp100 ribu per kilogram; Mendag menunjuk kemarau, Mentan meminta Bapanas turun ke lapangan

Para pedagang dan pembeli di antara karung-karung cabai di Pasar Induk Pare, Kediri
Foto: Indonesiagood melalui Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Senin, 19 Oktober 2026. Harga cabai rawit merah masih di atas Rp100 ribu per kilogram. Data PIHPS Bank Indonesia mencatat rata-rata sekitar Rp103.800 pada 17 Oktober, dan rata-rata di pedagang eceran Rp100.800 pada 19 Oktober. Angka berbeda menurut sumber: Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut harga sekitar Rp70.000, melampaui harga acuan penjualan (HAP) Rp57.000, sedangkan data SP2KP mencatat puncak Rp81.324 pada 6 Oktober.

Daerah mencatat lonjakan lebih tinggi: Rp160.000 per kilogram di Tapin, Kalimantan Selatan, dan Rp150.000–160.000 di Pasar Wosi, Manokwari. Detik menulis ada harga cabai yang menembus Rp200 ribu per kilogram. LPEM FEB UI mencatat harga eceran cabai rawit merah naik 84,53 persen secara tahunan pada September.

Penyebabnya, menurut pemerintah, adalah turunnya produksi akibat cuaca. Menteri Perdagangan menyebut kemarau dan cuaca ekstrem menekan panen di sentra produksi, dan menilai kenaikan lebih terasa di wilayah yang jauh dari sentra. Kementan menyoroti distribusi: harga di pasar konsumen bisa jauh lebih tinggi daripada harga di tingkat petani. Menteri Pertanian Amran memerintahkan Bapanas turun ke lapangan memeriksa harga dan mencari penyebab lonjakan; temuan Bapanas belum terlihat dalam pemberitaan.

Periskop menulis bahwa kenaikan harga pangan ini mengancam inflasi Oktober. Bagi pedagang dan pengolah, harga setinggi ini menyempitkan margin dan membuat pembeli beralih; bagi petani, harga eceran tinggi belum tentu berarti harga di kebun tinggi, terutama bila panen sendiri gagal akibat kekeringan.

Sumber data

Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. Bisnis.com — Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Melonjak Lampaui Acuan Pemerintah (15 Oktober 2026)
  2. Periskop — Cabai Rawit Masih Dijual di Atas Rp100 Ribu/ Kg, Kenaikan Harga Pangan Ancam Inflasi Oktober (19 Oktober 2026)
  3. ANTARA Kalimantan Selatan — Harga cabai rawit merah di Tapin melonjak hingga Rp160 ribu (20 Oktober 2026)
  4. Waspada — Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Amran Perintahkan Bapanas Turun ke Lapangan (Oktober 2026)

Berita lainnya

Butuh Bantuan? (terbuka di tab baru)