- Berkas
- No. 047
- Rubrik
- Government Updates
- Terbit
Makan bergizi gratis serap Rp153,2 triliun untuk 57 juta penerima, 1.276 dapur ditutup dan 480 dapur daerah 3T disiapkan

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan pada 9 Oktober 2026, Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp153,2 triliun hingga September 2026. Program itu sudah menjangkau 57 juta penerima manfaat.
Di balik angka itu ada pembenahan keras. Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapur penyedia makanan, karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kini setiap SPPG wajib memegang sertifikat itu. BGN juga memperketat pengawasan operasional, menata ulang sasaran penerima agar lebih tepat, dan menyiapkan 480 SPPG baru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) — 211 dapur mitra mandiri dan 269 dapur di wilayah terpencil — yang ditargetkan beroperasi akhir Oktober.
Suahasil mengaku mengapresiasi perbaikan yang dijalankan BGN, yang menurutnya membuat program lebih tertib dan bersertifikat. Soal anggaran ia berkata, "Anggarannya menyesuaikan berapa yang diperlukan, kita akan sediakan," setelah reformasi rampung.
Bagi rantai pangan, MBG adalah salah satu pembeli terbesar bahan protein, sehingga setiap perubahan arahnya — dapur yang ditutup, dapur yang dibuka, sasaran yang diatur ulang — mengubah peta permintaan telur, ayam, beras, dan sayur di tingkat lokal. Dapur di wilayah 3T membuka pasar baru, tetapi juga berarti rantai pasok yang lebih panjang dan lebih mahal.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.




