- Berkas
- No. 069
- Rubrik
- Government Updates
- Terbit
Amran minta Bulog percepat distribusi tambahan jagung SPHP Rp5.000 per kilogram, paling lambat rampung 23 November

Selasa, 20 Oktober 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan Perum Bulog mempercepat distribusi tambahan jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan target selesai paling lambat 23 November. Harga jagung SPHP Rp5.000 per kilogram, dimaksudkan meringankan biaya pakan peternak rakyat.
Hingga 9 Oktober, jagung SPHP yang telah sampai kepada peternak mencapai 189.336 ton, atau 78,50 persen dari pagu 241.199 ton. Pada 23 Agustus, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan mencatat penyaluran 127,43 ribu ton kepada peternak di 28 provinsi lewat 100 koperasi dan asosiasi.
Selain jagung SPHP, Kementan menyiapkan benih jagung gratis untuk 20.000 hektare hingga Desember 2026 untuk memperkuat kemitraan peternak dengan petani jagung. Dalam pertemuan 9 Oktober, Amran memaparkan rencana menghubungkan peternak dengan petani jagung agar koperasi dapat menyimpan dan mengelola stok.
Percepatan distribusi menjawab keluhan peternak yang melihat harga jagung di pasar Rp7.500–8.000 per kilogram, tetapi manfaatnya bergantung pada seberapa cepat jagung benar-benar sampai ke gudang dan kandang. Peternak yang belum tergabung dalam koperasi atau asosiasi mitra perlu bertanya ke dinas peternakan setempat soal jalur penyalurannya, karena penyaluran SPHP dilakukan lewat koperasi dan asosiasi.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- InfoEkonomi — Tekan Beban Peternak Unggas, Bulog Percepat Distribusi SPHP Jagung Pakan Tambahan (20 Oktober 2026)
- Ditjen PKH Kementan — Kementan Kawal SPHP Jagung bagi Peternak, Penyaluran Telah Mencapai 127 Ribu Ton (Agustus 2026)
- InfoEkonomi — Tekan Biaya Pakan, Pemerintah Pastikan Pasokan Jagung SPHP untuk Peternak Ayam Petelur (Oktober 2026)
- Publikasionline — Tekan Biaya Pakan dan Lindungi Peternak, Mentan Amran Benahi Rantai Usaha dari Hulu ke Hilir (9 Oktober 2026)




