Lompat ke konten utama
Masuk
Berkas
No. 016
Rubrik
Community Updates
Terbit

Ribuan Koperasi Desa Merah Putih bersiap beroperasi dan menjadi penyerap hasil desa

Bangunan baru Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, dengan deretan rolling door tertutup
Foto: BiographyWriter45 melalui Wikimedia Commons, CC0

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan pada 17 September 2026 bahwa 7.028 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tengah memasuki tahap verifikasi dan validasi, dengan target beroperasi akhir September hingga awal Oktober 2026. Secara keseluruhan, 17.288 bangunan koperasi telah rampung secara fisik dari lebih dari 23.000 yang sedang dibangun, dan 28.626 manajer telah direkrut serta dilatih. Penempatan manajer ditargetkan dimulai paling lambat 25 September, dan pemerintah membidik 30.000 koperasi beroperasi pada akhir tahun.

Per pertengahan Agustus, sekitar 10.000 koperasi disebut sudah beroperasi, tetapi baru sekitar 3.300 yang berjalan optimal. Selisih itu menunjukkan tantangan utamanya: bangunan dan badan hukum bisa disiapkan cepat, sementara manajemen, modal kerja, dan jaringan pembeli membutuhkan waktu lebih lama.

Peran yang dirancang untuk koperasi ini lebih luas dari sekadar toko desa. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut koperasi sebagai offtaker yang menyesuaikan karakter daerah — menyerap hasil pertanian di daerah pertanian dan hasil tangkapan di daerah pesisir. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa koperasi dapat memperpendek rantai pasok sehingga keuntungan yang selama ini tertahan di perantara kembali ke petani dan peternak. Di sektor unggas, koperasi juga sudah menjadi pintu masuk bahan pakan berharga khusus, seperti bungkil kedelai dari PT Berdikari.

Dampaknya terhadap perdagangan komoditas bersifat sistemik bila skalanya tercapai. Puluhan ribu koperasi yang membeli langsung dari petani dan peternak akan menjadi pesaing sekaligus mitra bagi pedagang perantara: mereka menarik sebagian pasokan dari jalur pedagang, tetapi juga membuka kanal penjualan baru yang terorganisasi. Di tingkat desa, dampaknya sangat bergantung pada kualitas pengelolaan masing-masing koperasi — dan angka 3.300 dari 10.000 menunjukkan bahwa kualitas itu belum merata.

Bagi grup, koperasi desa adalah salah satu kanal yang sudah masuk dalam kajian skema perdagangan kami, baik sebagai pembeli maupun sebagai simpul pengumpulan dari peternak kecil. Kami akan menilai kerja sama per koperasi, berdasarkan kinerja nyata dan kesiapan pengelolanya, bukan berdasarkan status pendiriannya.

Sumber data

Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. Bisnis.com — 7.028 Kopdes Merah Putih masuk tahap verifikasi, target beroperasi akhir September (17 September 2026)
  2. Infobalinews — Koperasi Merah Putih jadi jalan negara serap produk desa yang lama terabaikan (2 September 2026)
  3. Poultry Indonesia — PT Berdikari buka akses 30.000 ton SBM bagi koperasi peternak (26 Agustus 2026)

Berita lainnya

Butuh Bantuan?