- Berkas
- No. 017
- Rubrik
- Community Updates
- Terbit
Koperasi susu raksasa Fonterra naikkan proyeksi harga susu peternak jadi NZ$9,50 per kgMS

Senin, 21 September 2026, Fonterra — koperasi susu milik peternak Selandia Baru yang menjadi salah satu eksportir produk susu terbesar dunia — menaikkan proyeksi harga susu yang dibayarkan kepada peternak untuk musim 2026/27. Titik tengah proyeksi naik dari NZ$9,25 menjadi NZ$9,50 per kilogram bahan padat susu (kgMS), dan kisarannya dipersempit dari NZ$8,00–10,50 menjadi NZ$8,50–10,50 per kgMS.
Pendorongnya lelang Global Dairy Trade (GDT) yang lebih kuat sejak proyeksi Juli, saat harga sempat dipangkas. Chief Executive Richard Allen mengatakan, "Secara global kita terus melihat kuatnya permintaan," dan menunjuk minat pembeli yang bertahan serta eksekusi bisnis ke bisnis perusahaan. Ia tetap menahan optimisme: sejarah menunjukkan keadaan bisa cepat berubah, dan volatilitas geopolitik masih menjadi risiko; baru dua bulan musim berlalu.
Angka ini bukan sekadar kabar dari belahan bumi selatan. Harga susu dunia dibentuk oleh lelang GDT, dan produk seperti susu bubuk diperdagangkan lintas negara, sehingga arahnya dapat merembet ke harga bahan baku susu di negara pengimpor. Kenaikan harga dunia berpotensi memberi napas bagi koperasi susu lokal yang bersaing dengan produk impor, sekaligus menaikkan biaya pembeli yang bergantung pada bahan impor.
Bagi komunitas peternak, ada satu pelajaran struktural di sini: peternak Selandia Baru tidak menjual susu ke pasar harian, mereka memiliki perusahaannya. Dengan memiliki rantai pengolahan dan penjualan, mereka ikut menanggung dan ikut menikmati naik-turun harga dunia — pola yang sering dijadikan rujukan bagi koperasi susu di banyak negara.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.




