- Berkas
- No. 075
- Rubrik
- Economy Updates
- Terbit
Kredit perbankan September tumbuh 13,26 persen, melambat dari Agustus; kredit investasi jadi penopang

Rabu, 21 Oktober 2026. Bank Indonesia menyampaikan bahwa kredit perbankan September 2026 tumbuh 13,26 persen secara tahunan, melambat dari 13,65 persen pada Agustus. Angka itu diumumkan Gubernur Destry Damayanti pada konferensi pers Rapat Dewan Gubernur 21 Oktober.
Menurut BI, kredit investasi tumbuh 23,20 persen, kredit modal kerja 11,89 persen, dan kredit konsumsi sekitar 4,8 persen. Dari sisi bank, kredit Mandiri tumbuh 17,64 persen, BNI 27,14 persen, dan BRI 13,66 persen.
Kredit yang sudah disetujui tetapi belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp2.562,57 triliun, atau 21,70 persen dari plafon kredit yang tersedia; BI menilai angka itu menandakan masih ada ruang ekspansi. Dana pihak ketiga tumbuh 8,22 persen, lebih lambat daripada kredit, sehingga sisi pendanaan tetap diwaspadai.
Rincian menurut sektor, termasuk pertanian dan UMKM, belum terlihat dalam pemberitaan. Untuk Agustus, OJK mencatat kredit UMKM hanya tumbuh 2,38 persen, jauh di bawah kredit korporasi. Pelaku usaha kecil karena itu perlu mengecek langsung ke bank soal ketersediaan dan syarat pembiayaan, bukan menganggap pertumbuhan agregat otomatis menjangkau mereka.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- Kontan — Kredit Perbankan Tumbuh 13,26% pada September 2026, Ini Penopangnya (21 Oktober 2026)
- JawaPos — Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 %, Potensi Ekspansi Masih Besar (21 Oktober 2026)
- Periskop — Kredit Perbankan Tumbuh 13,26%, BI Masih Waspadai Pertumbuhan DPK (21 Oktober 2026)
- Kumparan — BI Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen pada September 2026 (21 Oktober 2026)




