- Berkas
- No. 005
- Rubrik
- Community Updates
- Terbit
Peternak rakyat Magetan membawa tuntutan harga telur dan jagung ke Senayan

Peternak ayam petelur dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur — salah satu sentra telur ayam ras di provinsi itu — menyampaikan aspirasinya ke DPR RI dan Kementerian Pertanian selama dua hari, 2–3 September 2026, didampingi DPRD Magetan. Di Senayan, rombongan diterima anggota Komisi IV DPR RI Riyono di Gedung Nusantara I.
Tekanannya datang dari dua sisi. Menurut peternak, harga telur di kandang berkisar Rp23.000–Rp24.000 per kilogram sejak akhir Maret tanpa tanda pemulihan. Di sisi biaya, jagung pakan dibeli di kisaran Rp6.800–Rp7.000 per kilogram, dan harga pakan jadi naik sekitar Rp200 setiap pekan menjelang keberangkatan mereka ke Jakarta.
Tuntutan yang dibawa ada tiga. Pertama, jaminan ketersediaan jagung selama musim kemarau, termasuk mendesak pemerintah mencadangkan jagung untuk peternak. Kedua, menjadikan telur sebagai komoditas bantuan pangan agar produksi peternak ikut terserap. Ketiga, menaikkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras dan telur konsumsi menjadi peraturan pemerintah atau undang-undang, agar perlindungannya lebih kuat. Peternak juga meminta ekspansi peternakan skala besar di wilayah mereka ditertibkan. Riyono menyatakan akan berkoordinasi dengan Bulog agar 4.000 ton jagung diprioritaskan untuk peternak Magetan.
Dampaknya bekerja di dua tingkat. Secara lokal, prioritas jagung Bulog — bila terealisasi — langsung menurunkan biaya produksi peternak Magetan. Secara sistemik, tuntutan agar telur masuk bantuan pangan dan agar perlindungan peternak rakyat naik ke tingkat undang-undang, bila dikabulkan, akan mengubah struktur permintaan dan persaingan telur secara nasional. Tekanan serupa dari peternak pada bulan-bulan sebelumnya ikut melatarbelakangi kewajiban dapur MBG membeli telur dari peternak lokal.
Bagi rantai dagang telur, termasuk telur puyuh, gerakan komunitas peternak seperti ini adalah penanda awal arah kebijakan. Grup mengikutinya sebagai sinyal: persoalan yang diangkat peternak ayam petelur hari ini — pakan, serapan, dan perlindungan dari ekspansi skala besar — adalah persoalan yang sama yang dihadapi peternak puyuh, hanya dengan suara yang lebih kecil.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- Fraksi PKS DPR RI — Terima aspirasi peternak Magetan, Riyono siap kawal solusi harga telur dan kelangkaan jagung (2 September 2026)
- Kompas.com — Harga telur tak kunjung membaik, peternak Magetan siap berangkat ke DPR (27 Agustus 2026)
- Magetan Kita — Tiga tuntutan peternak Magetan dibawa sampai Jakarta




