- Berkas
- No. 022
- Rubrik
- Commodities Updates
- Terbit
Brasil kembali deras mengapalkan ayam: ekspor Agustus 492,6 ribu ton, sementara harga unggas dunia melemah

Brasil, salah satu eksportir ayam terbesar dunia, sedang menunjukkan dua wajah. Di dalam negeri, awal September membawa kabar baik bagi penjual: lembaga riset Cepea mencatat permintaan akhir konsumen terhadap daging ayam meningkat — gaji baru dibayarkan, ditambah libur nasional 7 September — dan harga naik di banyak wilayah yang dipantau.
Di luar negeri, kapal-kapal kembali penuh. Menurut data Sekretariat Perdagangan Luar Negeri (Secex), Brasil mengapalkan 492,6 ribu ton daging ayam pada Agustus, termasuk produk segar dan olahan. Angka itu turun 5,1 persen dari Juli, tetapi 24,8 persen lebih tinggi daripada Agustus 2025 — ketika ekspor Brasil terkena embargo setelah satu kasus flu burung di Montenegro, Rio Grande do Sul. Cepea menilai penurunan pengapalan pada waktu ini lazim terjadi, dan ekspor biasanya naik lagi pada kuartal terakhir ketika permintaan internasional menguat.
Gambaran dunia justru lebih lunak. Dalam laporan 2 Oktober, FAO mencatat indeks daging turun 1,1 persen pada September karena harga unggas lebih rendah — sebagian terkait turunnya permintaan Uni Eropa setelah aturan impor baru berlaku. Di tengah indeks harga pangan yang naik ke 136,0 poin, unggas adalah salah satu dari sedikit yang bergerak ke arah sebaliknya.
Bagi peternak Indonesia, pasokan unggas dunia yang pulih adalah latar belakang yang patut dicatat. Harga di kandang kita terutama ditentukan pakan, bibit, dan serapan dalam negeri, tetapi eksportir besar yang kehilangan pasar di satu tempat akan mencari pembeli di tempat lain. Makin longgar pasar dunia, makin penting daya saing biaya produksi di dalam negeri.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.




