Lompat ke konten utama
Masuk
Berkas
No. 049
Rubrik
Commodities Updates
Terbit

Kejutan USDA: panen jagung Amerika lebih besar dari dugaan, stok akhir melonjak ke 1,85 miliar bushel

Mesin pemanen jagung merah di tepi ladang jagung yang menguning di Iowa, Amerika Serikat
Foto: Bill Whittaker melalui Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Jumat, 9 Oktober 2026. Departemen Pertanian AS (USDA) merilis laporan pasokan-permintaan WASDE bulanan, dan angka jagungnya mengejutkan pasar. Hasil panen jagung AS 2026/27 ditaksir 181,2 bushel per acre, naik 2,7 dari 178,5 pada September. Rata-rata dugaan analis hanya 177,6 (kisaran 173,2–182,1), dan model DTN sendiri 179,5.

Dampaknya langsung ke neraca. Produksi ditaksir 16,03 miliar bushel (September: 15,8 miliar; rata-rata dugaan 15,716 miliar), dan stok akhir naik dari 1,567 miliar menjadi 1,849 miliar bushel — di atas rata-rata dugaan 1,677 miliar. Harga yang diterima petani diperkirakan turun 10 sen menjadi US$4,70 per bushel. Di tingkat dunia, stok akhir jagung diperkirakan 280,44 juta ton, naik dari 272,10 juta ton. Analis utama DTN, Rhett Montgomery, menilai stok akhir AS maupun dunia bersifat bearish — menekan harga — untuk jagung.

Kontrasnya tajam dengan pekan sebelumnya. Pada 2 Oktober, FAO masih menyebut prospek hasil jagung AS yang lebih rendah sebagai salah satu pendorong naiknya harga sereal September. Seminggu kemudian, USDA justru menaikkan hasil jagung itu. Soal kedelai, kenaikannya tipis: hasil 53,1 bushel per acre (September: 52,8), produksi 4,562 miliar bushel, stok akhir 315 juta bushel, dan harga petani tetap US$12 per bushel.

Satu laporan tidak menyelesaikan semuanya. Jalur Laut Hitam masih tersendat dan FAO sudah memangkas perkiraan perdagangan sereal. Namun bagi negara yang memberi makan ternaknya dengan jagung dan bungkil kedelai, arah stok dunia yang menggemuk memberi pembeli pakan satu alasan untuk tidak panik membeli — dan satu alasan untuk memantau laporan USDA berikutnya.

Sumber data

Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. DTN Progressive Farmer — USDA Raises Corn Yield 2.7 BPA to 181.2 BPA (9 Oktober 2026)
  2. The Poultry Site — World food prices hit highest level since late 2022 - FAO (5 Oktober 2026)

Berita lainnya

Butuh Bantuan?