- Berkas
- No. 042
- Rubrik
- Commodities Updates
- Terbit
Dua bulan setelah protes peternak Solo, 76,7 persen jagung SPHP Rp5.000 dari Bulog sudah tersalur

Rabu, 5 Agustus 2026, di Bundaran Gladag, Surakarta, peternak dari sejumlah kabupaten di Solo Raya membagikan telur gratis kepada pengguna jalan. Pesan mereka sederhana: jagung pakan di tingkat peternak sudah Rp6.800–Rp7.000 per kilogram, jauh di atas acuan pemerintah Rp5.500, dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menurut mereka belum berdampak berarti di lapangan. Mereka meminta pemerintah mengendalikan harga pakan.
Dua bulan kemudian, 8 Oktober 2026, Perum Bulog menyampaikan hasilnya. Hingga 7 Oktober, penyaluran jagung pakan SPHP mencapai 185.699 ton, atau 76,7 persen dari alokasi sekitar 241.972 ton. Jagung itu dijual Rp5.000 per kilogram melalui koperasi dan asosiasi peternak mitra Bulog. Sejauh ini program menjangkau 151 koperasi dan asosiasi serta 7.553 peternak; untuk peternak mikro, penyaluran sudah 112.205,78 ton atau 74,71 persen dari kuota 150.171,75 ton.
Bagaimana pasokannya ke depan? Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peternak tidak perlu khawatir karena stok jagung yang dikelola Bulog sangat memadai untuk sisa kebutuhan SPHP. Stok jagung pemerintah secara nasional tercatat 98.442 ton, sementara target Cadangan Jagung Pemerintah 2026 adalah 1 juta ton. Harga pembelian pemerintah dari petani Rp5.500 per kilogram, dan Rp6.400 untuk jagung berstandar mutu di gudang Bulog.
Angka-angka ini bercerita dua hal sekaligus. Pertama, sebagian besar jatah sudah tersalur, dan tersisa sekitar 56 ribu ton dari alokasi — jumlah yang akan habis bila laju penyaluran bertahan. Kedua, jangkauannya masih berupa 7.553 peternak, sementara keluhan peternak pada Agustus soal dampak program di lapangan tidak terjawab oleh data penyaluran saja. SPHP adalah penyangga sementara; harga jagung di pasar tetap menentukan sisanya.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.




