Lompat ke konten utama
Masuk
Berkas
No. 035
Rubrik
Commodities Updates
Terbit

Harga pangan dunia menyentuh titik tertinggi sejak 2022, gula dan gandum jadi biangnya

Deretan silo biji-bijian beton di dataran Colorado, Amerika Serikat, dengan lokomotif biru di depannya
Foto: Quintin Soloviev melalui Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Dari Roma, 2 Oktober 2026, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengumumkan angka yang membuat banyak pedagang komoditas menahan napas: Indeks Harga Pangan FAO rata-rata 136,0 poin pada September, naik dari 134,0 poin pada Agustus (angka yang sudah direvisi). Itu tingkat tertinggi sejak November 2022 — hampir empat tahun.

Gula memimpin kenaikan. Kekhawatiran akan El Niño yang parah mendorong harga gula internasional ke level tertinggi dalam 18 bulan, dan indeks gula FAO naik 6,1 persen dalam sebulan — kenaikan bulanan ketiga berturut-turut. Sereal naik 5,1 persen, sedangkan minyak nabati naik 0,9 persen berkat permintaan minyak sawit yang kuat. Satu-satunya yang turun adalah daging: indeksnya melemah 1,1 persen karena harga unggas lebih rendah, sebagian akibat turunnya permintaan Uni Eropa setelah aturan impor baru berlaku.

FAO menunjuk tiga tekanan yang datang bersamaan: gangguan pelayaran di Selat Hormuz, terputusnya sebagian perdagangan di Laut Hitam, dan guncangan iklim. Ketiganya menekan energi, angkutan, dan komoditas pangan pokok sekaligus. Ekonom Kepala FAO, Máximo Torero, memperingatkan bahwa bila tekanan ini bertahan, ia akan diteruskan ke harga pangan di tingkat konsumen — terutama di negara yang bergantung pada impor pangan dan energi.

Ada sedikit penyeimbang. Produksi sereal dunia 2026 diperkirakan 2,979 miliar ton, 2,1 persen di bawah rekor tahun lalu tetapi tetap panen terbesar kedua dalam sejarah. Hanya saja, perkiraan perdagangan sereal 2026/27 dipangkas 0,7 persen karena ekspor gandum dan jagung diperkirakan lebih rendah dan jalur pelayaran Laut Hitam masih tersendat.

Bagi agribisnis Indonesia, angka ini adalah peringatan dini, bukan kabar dari jauh. Gandum, gula, dan sebagian bahan pakan dibeli dengan harga dunia, dan kenaikan di pasar global biasanya tiba di kandang lewat harga pakan sebelum tiba di meja makan lewat harga produk. Pelaku yang membaca indeks ini lebih awal punya waktu untuk mengatur pasokan; yang menunggu menanggung risiko membayar lebih.

Sumber data

Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. Bernama — Global Food Prices Hit Four-Year High In September: FAO (2 Oktober 2026)
  2. The Poultry Site — World food prices hit highest level since late 2022 - FAO (5 Oktober 2026)

Berita lainnya

Butuh Bantuan?