- Berkas
- No. 031
- Rubrik
- Economy Updates
- Terbit
Inflasi September 3,28 persen: dapur yang menyetir, dan Nilai Tukar Petani ikut naik 1,49 persen

Kamis, 1 Oktober 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi September sebesar 0,30 persen dibanding Agustus, atau 3,28 persen dibanding September 2025. Angka tahunan itu naik dari 3,19 persen pada Agustus (September 2025: 2,65 persen), sedangkan inflasi sepanjang tahun kalender 2,17 persen. Indeks Harga Konsumen naik dari 111,97 menjadi 112,31.
Pendorongnya datang dari dapur. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 0,88 persen dalam sebulan dan menyumbang 0,26 poin; secara tahunan kelompok ini naik 4,37 persen dan menyumbang 1,28 poin. Di antara komoditas, cabai rawit menyumbang 0,08 poin, cabai merah 0,06 poin, dan daging ayam ras 0,05 poin, dengan beras dan telur ayam ras juga disebut sebagai pendorong dominan. Inflasi inti, yang membuang harga bergejolak, jauh lebih jinak: 2,84 persen secara tahunan.
Peta daerahnya timpang. Sulawesi Utara mencatat inflasi tahunan tertinggi, 7,59 persen, sementara Sumatera Selatan terendah, 2,55 persen. Angka nasional 3,28 persen masih berada di dalam sasaran Bank Indonesia 2,5±1 persen, tetapi sudah dekat dengan batas atasnya.
Ada satu angka yang jarang mendapat sorotan: Nilai Tukar Petani (NTP) September 131,11, naik 1,49 persen dari bulan sebelumnya. NTP membandingkan harga yang diterima petani dengan harga yang harus mereka bayar, sehingga kenaikan berarti daya beli petani membaik. Tetapi ini rata-rata nasional lintas subsektor, dan tidak otomatis dirasakan setiap peternak atau pekebun.
Bagi agribisnis, inflasi pangan bermata dua. Ia mengangkat harga jual, tetapi juga biaya hidup pekerja dan biaya input. Karena inflasi inti jauh di bawah inflasi umum, tekanan harga saat ini lebih datang dari barang yang cepat naik-turun, seperti cabai dan ayam, ketimbang dari kenaikan harga yang menetap.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- InvestorTrust — BPS: Inflasi September 2026 Tembus 0,30%, Tahunan 3,28% (1 Oktober 2026)
- Kontan — Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pendorong (1 Oktober 2026)
- Bank Indonesia — BI-Rate Tetap 5,75%: Memperkuat Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi (23 September 2026)




