- Berkas
- No. 043
- Rubrik
- Opportunities Updates
- Terbit
Jagung pakan Rp5.000 per kilogram hanya lewat koperasi dan asosiasi: peluang bagi peternak kecil untuk berorganisasi

Hingga 7 Oktober 2026, Perum Bulog menyalurkan 185.699 ton jagung pakan program SPHP dengan harga Rp5.000 per kilogram. Penyaluran dilakukan melalui koperasi dan asosiasi peternak mitra Bulog, yang sejauh ini mencakup 151 koperasi dan asosiasi serta 7.553 peternak. Bagi peternak mikro, jumlah yang tersalur 112.205,78 ton dari kuota 150.171,75 ton.
Pola ini membuat keanggotaan kelompok menjadi syarat akses. Peternak yang berdiri sendiri tidak langsung berurusan dengan Bulog; pintunya adalah koperasi atau asosiasi. Sehari sesudahnya, 9 Oktober, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan skema baru: Bulog membeli dan menyimpan jagung di gudang, tetapi "itu tetap menjadi milik koperasi, menjadi tabungannya". Pemerintah juga menyiapkan bibit jagung gratis untuk 20.000 hektare hingga Desember dan stok jagung Bulog 250.000 ton selama September–Desember.
Peluangnya karena itu bersifat kelembagaan. Peternak kecil yang selama ini membeli jagung eceran dengan harga yang bergejolak — pada Agustus peternak Solo Raya mengeluh Rp6.800–Rp7.000 per kilogram — dapat menimbang bergabung atau membentuk koperasi supaya masuk ke daftar penerima. Koperasi yang rapi juga lebih mudah bernegosiasi dengan pemasok bungkil kedelai dan pembeli telur.
Ada hal yang perlu ditimbang dengan jujur. Jatah SPHP terbatas dan hampir habis tersalur; harga murah tidak otomatis berarti pasokan tersedia kapan saja; dan koperasi membawa kewajiban, mulai dari pencatatan, iuran, hingga pertanggungjawaban kepada anggota. Calon anggota sebaiknya memeriksa tata kelola koperasi dan syarat keanggotaan sebelum bergabung, serta tidak menggantungkan seluruh kebutuhan pakan pada satu program pemerintah yang jadwalnya dapat berubah.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.




