- Berkas
- No. 033
- Rubrik
- Economy Updates
- Terbit
Lapangan kerja AS September hanya 29 ribu, jauh dari dugaan 90 ribu, dan peluang kenaikan The Fed anjlok

Jumat, 2 Oktober 2026, Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis angka yang langsung menggoyang hitungan arah suku bunga The Fed: ekonomi Amerika menambah hanya 29.000 pekerjaan non-pertanian pada September, jauh di bawah dugaan 90.000. Tingkat pengangguran naik ke 4,2 persen dari 4,1 persen.
Revisinya sama pentingnya. Angka Agustus direvisi turun dari 162.000 menjadi 133.000, dan Juli kini tercatat kehilangan 10.000 pekerjaan, sehingga dua bulan itu secara bersih 60.000 pekerjaan lebih sedikit dari laporan awal. Upah rata-rata per jam hanya naik 0,1 persen dalam sebulan dan 3,0 persen setahun, di bawah dugaan 0,3 dan 3,2 persen. Sektor kesehatan menambah 17.000 pekerjaan, konstruksi 11.000, dan manufaktur 9.000; pemerintah justru berkurang 17.000.
Pasar bereaksi seketika. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan terdekat turun dari 28 persen ke 15 persen. Pengamat investingLive Adam Button menyebut laporan itu cenderung dovish dan secara efektif menutup perdebatan tentang kenaikan Oktober, kecuali data inflasi berikutnya sangat panas. Ia menilai upah — yang terpenting bagi The Fed — jelas melemah.
Konteksnya: hanya dua pekan sebelumnya, 16 September, The Fed menaikkan suku bunga ke 3,75–4,00 persen karena inflasi masih tinggi. Kini data pekerjaan menunjukkan sisi lain pedang itu, yakni pasar tenaga kerja yang mulai goyah.
Bagi Indonesia, jalur pengaruhnya lewat dolar dan rupiah. Bila peluang kenaikan bunga AS menyusut, tekanan pada mata uang negara berkembang bisa mereda, meski BI sendiri menegaskan prioritasnya tetap stabilisasi rupiah. Bagi pembeli pakan dan bahan impor, itu belum alasan menurunkan kewaspadaan: satu laporan tidak membalik arah, dan data inflasi AS berikutnya masih bisa mengubah segalanya.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.




