Lompat ke konten utama
Masuk
Berkas
No. 038
Rubrik
Commodities Updates
Terbit

Laut Hitam tersendat berbulan-bulan, penggiling gandum di Asia mulai membeli seperlunya

Foto udara terminal TIS di pelabuhan Pivdennyi, wilayah Odesa, Ukraina, dengan kapal curah sandar di dermaga
Foto: A. Kornievich melalui Wikimedia Commons, Domain publik

Rusia dan Ukraina bersama-sama memasok lebih dari seperempat ekspor gandum dunia, sehingga ketika jalur pelayaran Laut Hitam macet, dunia ikut merasakannya. Menurut Trading Economics (5 Oktober 2026), pasokan gandum dari Laut Hitam "sangat terkendala" sejak Juli, dan harga gandum berjangka naik ke sekitar US$6,9 per bushel di awal Oktober, pulih dari titik terendah lebih dari sebulan yang dicapai pada 30 September.

Perang sendiri belum mereda. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan akan mempertegas serangan ke infrastruktur Ukraina, sedangkan Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukannya akan terus menyasar fasilitas energi Rusia, terutama kilang minyak. Di tengah itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan "gencatan senjata energi" antara kedua negara; Zelenskyy menyatakan Kyiv mendukungnya tetapi masih menunggu rincian. Turki berupaya menjaga jalur perdagangan Laut Hitam tetap terbuka.

Dampaknya terasa jauh dari medan perang, di pabrik tepung. Pedagang dan pengolah yang dikutip Trading Economics — tanpa menyebut nama — mengatakan sebagian penggiling di Asia Tenggara dan Asia Selatan mengurangi pembelian jauh-jauh hari dan hanya menutup kebutuhan sampai Desember atau mendekati waktu pengiriman. Itu pola membeli seperlunya yang dipakai ketika tidak seorang pun yakin arah harga.

FAO menempatkan ini dalam gambaran lebih besar. Pada 2 Oktober, lembaga itu memangkas perkiraan perdagangan sereal 2026/27 sebesar 0,7 persen karena ekspor gandum dan jagung diperkirakan lebih rendah dan jalur pelayaran Laut Hitam terbatas, dengan indeks sereal naik 5,1 persen pada September.

Indonesia tidak memproduksi gandum, jadi setiap gangguan jalur pasok dunia sampai ke dapur dan pabrik lewat impor. Strategi penggiling Asia — membeli seperlunya dan menunda kontrak panjang — adalah pelajaran manajemen risiko untuk siapa pun yang membeli komoditas impor: ketika arah harga tidak jelas, fleksibilitas lebih berharga daripada tebakan.

Sumber data

Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. Trading Economics — Wheat Rises as Black Sea Supply Risks Mount (5 Oktober 2026)
  2. Bernama — Global Food Prices Hit Four-Year High In September: FAO (2 Oktober 2026)

Berita lainnya

Butuh Bantuan?