- Berkas
- No. 029
- Rubrik
- Economy Updates
- Terbit
Neraca dagang Agustus surplus US$3,55 miliar, minyak nabati jadi penopang sementara impor melaju hampir 20 persen

BPS melaporkan pada 1 Oktober 2026 bahwa neraca perdagangan Indonesia Agustus mencatat surplus US$3,55 miliar, setara Rp63,67 triliun, melonjak dari hanya US$0,12 miliar pada Juli. Ekspor Agustus US$26,61 miliar, naik 6,72 persen dibanding Agustus 2025, sedangkan impor US$23,06 miliar, naik 19,09 persen.
Surplus ditopang barang nonmigas senilai US$6,09 miliar, terutama dari lemak dan minyak hewani/nabati — kelompok yang memuat minyak sawit —, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sebaliknya, perdagangan migas defisit US$2,54 miliar, terutama karena minyak mentah dan produk minyak bumi.
Gambaran kumulatif lebih sederhana tetapi lebih keras. Pada Januari–Agustus 2026 ekspor mencapai US$193,64 miliar (naik 4,74 persen), sementara impor US$186,39 miliar (naik 19,84 persen). Surplus delapan bulan hanya US$7,25 miliar: nonmigas surplus US$28,54 miliar, namun migas defisit US$21,29 miliar. Impor migas sendiri naik 39,03 persen.
Satu catatan membaca: surplus Agustus ini bukan hasil ekspor yang melesat, tetapi kombinasi ekspor yang stabil dan impor yang berubah-ubah dari bulan ke bulan. Ketergantungan neraca pada komoditas seperti minyak nabati membuatnya peka terhadap harga: harga referensi CPO Oktober naik 3,44 persen ke US$1.042,15 per ton, dan harga minyak mentah di sekitar US$100 per barel membesarkan defisit migas.
Bagi eksportir dan pedagang komoditas, bacaan sederhananya: ketika impor tumbuh jauh lebih cepat dari ekspor, tekanan pada rupiah tidak kunjung reda hanya karena satu bulan surplus. Itu alasan mengapa pelaku usaha yang bertransaksi dalam dolar sebaiknya tidak mengandalkan satu bulan data.
Sumber data
Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.
- Katadata — Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 3,55 Miliar pada Agustus 2026 (1 Oktober 2026)
- IDXChannel via RCTI+ — Harga Referensi CPO Naik di Oktober 2026, Bea Keluar USD178 per Metrik Ton (2 Oktober 2026)
- KabarBursa — Eropa Lepas Cadangan Diesel, WTI Anjlok 1,90 Persen, Brent Bertahan (3 Oktober 2026)




