Lompat ke konten utama
Masuk
Berkas
No. 015
Rubrik
Economy Updates
Terbit

Rupiah di kisaran Rp17.700 per dolar AS dan beban bahan pakan impor

Lembaran uang rupiah pecahan Rp50.000 disusun melingkar di atas lantai
Foto: Jonny-mt melalui Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia mencatat rupiah di Rp17.712 per dolar AS pada 16 September 2026, melemah dari Rp17.536 pada 10 September. Sebelumnya rupiah sempat menguat: pada 18 Agustus BI mencatatnya di Rp17.855 per dolar AS. Artinya, penguatan sepanjang akhir Agustus hingga awal September sebagian terhapus lagi dalam sepekan.

Pemicu terbarunya datang dari Amerika Serikat. Pada 16 September, bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen — kenaikan pertama sejak Juli 2023 — sebagai respons atas inflasi yang ikut terdorong konflik di Timur Tengah. Mayoritas pejabatnya memperkirakan masih ada satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Selisih suku bunga yang menyempit membuat aset rupiah kurang menarik bagi investor asing, dan itu menekan kurs.

Jalur tekanan kurs ke peternakan cukup langsung. Bahan pakan impor, terutama bungkil kedelai, dibayar dalam dolar, sehingga setiap pelemahan rupiah menaikkan harganya dalam rupiah bahkan ketika harga globalnya tidak berubah. Sejak Mei, organisasi peternak rakyat sudah mengingatkan bahwa ketergantungan pada bahan baku pakan impor membuat biaya produksi ikut bergerak setiap kali kurs melemah — dan harga bungkil kedelai kini sudah di atas Rp10.000 per kilogram.

Perhatian berikutnya tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 22–23 September. Sebagian ekonom memperkirakan BI ikut menaikkan suku bunga untuk menjaga selisih bunga dan menahan arus modal keluar; sebagian lain menilai kenaikan 100 basis poin pada Mei–Juni sudah cukup. Dalam kedua skenario, biaya modal kerja tetap tinggi setidaknya hingga akhir tahun.

Grup tidak berspekulasi atas arah kurs. Yang kami lakukan adalah memperlakukan biaya pakan dan biaya modal sebagai variabel yang bisa berubah dalam setiap perhitungan kemitraan, serta mengutamakan perputaran modal yang pendek, agar paparan terhadap perubahan kurs dan suku bunga tidak menumpuk dalam satu periode panjang.

Sumber data

Angka dalam tulisan ini dikutip dari sumber berikut sesuai tanggal terbitnya. Data dapat diperbarui oleh penerbitnya.

  1. Bank Indonesia — Kurs referensi JISDOR
  2. Kliksumut — Dolar hari ini 17 September 2026 (rangkuman JISDOR 14–16 September)
  3. Bank Indonesia — BI-Rate tetap 5,75% (19 Agustus 2026)
  4. Kompas.com — The Fed naikkan suku bunga 25 basis poin, jadi 3,75–4 persen (17 September 2026)
  5. Kompas.com — Antisipasi The Fed, BI Rate diprediksi naik di September 2026 (16 September 2026)

Berita lainnya

Butuh Bantuan?