Pekan ini kabar datang dari sisi harga pangan, suku bunga, dan kebijakan daerah; pasar telur puyuh sendiri sepi pemberitaan baru. Titik harga kandang terakhir yang bisa kami verifikasi masih dari awal Juli.
Inflasi September 3,28%; pangan masih menjadi penarik utama
BPS mencatat inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28%, naik dari 3,19% pada Agustus. Secara bulanan inflasi 0,30%, dan sepanjang tahun berjalan 2,17%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tahunan 4,37% dengan sumbangan 1,28 poin persentase. Pada September, telur ayam ras menyumbang 0,02 poin dan daging ayam ras 0,05 poin terhadap inflasi bulanan.
Artinya bagi puyuh. Harga telur dan daging ayam yang naik bisa mengalihkan sebagian pembeli ke telur puyuh, tetapi dampaknya tidak otomatis dan belum layak dijadikan pegangan; harga telur puyuh tetap ditentukan pasokan dan serapan.
BI-Rate ditahan 5,75% untuk ketiga kalinya; rupiah Rp17.855 per dolar AS
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 22–23 September 2026 menahan BI-Rate di 5,75%, Deposit Facility 4,75%, dan Lending Facility 6,50%. BI menyebut keputusan itu untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal; rupiah tercatat Rp17.855 per dolar AS pada 22 September, melemah 0,78% dari akhir Agustus.
Artinya bagi puyuh. Bahan pakan protein impor dibayar dalam dolar dan modal kerja tetap mahal; keduanya menekan margin peternak dan pedagang telur.
Sumber4
Baca ulasan lengkapPapua memprioritaskan telur lokal dan membatasi impor
Pemerintah Provinsi Papua menerbitkan surat edaran yang meminta pemerintah daerah, distributor, ritel, dan restoran mengutamakan telur ayam produksi lokal. Telur impor hanya boleh masuk bila produksi lokal tidak mencukupi, dengan syarat dokumen karantina, izin kuota, dan rekomendasi asosiasi peternak. Surat edaran ini mengatur telur ayam; telur puyuh tidak disebut.
Artinya bagi puyuh. Perlindungan peternak lewat aturan daerah makin sering muncul untuk telur ayam. Untuk telur puyuh, sejauh yang kami temukan, belum ada instrumen serupa.
Sumber5
17.288 koperasi desa ditargetkan beroperasi akhir September hingga awal Oktober
Kementerian Koperasi menyebut 17.288 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah rampung secara fisik dan ditargetkan beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026; 7.028 di antaranya sedang menjalani verifikasi dan validasi.
Artinya bagi puyuh. Koperasi dirancang menjadi penyerap hasil desa. Bila berjalan, ia menjadi kanal pembeli baru bagi peternak kecil, tetapi kinerjanya berbeda antar koperasi dan baru terlihat setelah beroperasi.
Sumber6
Baca ulasan lengkapHarga telur puyuh di tingkat kandang: belum ada data baru
Pekan ini kami tidak menemukan laporan harga telur puyuh tingkat kandang yang baru dan dapat diverifikasi. Titik terakhir: Rp18.500 per kg di Kota Batu pada 2 Juli 2026, di bawah biaya pokok produksi Rp25.000–26.000 per kg, setelah sempat Rp40.000 per kg selepas Iduladha. Peternak setempat menyebut harga Rp28.000–30.000 per kg masih menyisakan untung.
Artinya bagi puyuh. Tanpa harga acuan resmi, kami memakai laporan lapangan sebagai penanda dan selalu menyebut tanggalnya. Angka ini bukan harga perusahaan.
Sumber7
Baca ulasan lengkap
Dipantau pekan depan
- Rilis Indeks Harga Pangan FAO untuk September (biasanya terbit awal bulan).
- Realisasi operasional Koperasi Desa Merah Putih dan perannya dalam menyerap telur serta daging unggas.
- Harga jagung pakan dan bungkil kedelai setelah penambahan alokasi SPHP jagung 150 ribu ton.
- Pelaksanaan Surat Edaran BGN 14/2026 di dapur MBG: apakah telur puyuh ikut diserap.












